Tampilkan postingan dengan label malang health tourism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malang health tourism. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2025

Potensi Investasi Resort Wisata Kesehatan di Malang Raya Dipresentasikan di Osaka

Potensi Investasi Resort Wisata Kesehatan di Malang Raya Dipresentasikan di Osaka

 

Pada acara Indonesia Tourism Investment Business Forum 2025 sebagai bagian dari program besar Osaka World Expo 2025 yang mengambil tema Industri Health & Wellness Tourism di Centara Grand Hotel Osaka, pada tanggal 3 Juni 2025, Malang Health Tourism Board diundang oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai salah satu presenter proyek inisiasi health & wellness tourism dari Indonesia, selain dari SinarMas Land, Rebana Jawa Barat, Sari Ater, Mahakam Group dan Mustika Ratu.

Indonesia merupakan destinasi wisata eksotis dan populer yang terkenal akan kekayaan warisan budaya dan pengalaman kebugaran yang autentik. Negara ini terkenal dengan studio yoga di tepi pantai, resor kebugaran mewah bintang lima, sumber air panas alami, spa etno-kebugaran (seperti spa Jawa dan Bali), kuliner sehat dan lezat, serta terapi tradisional yang berbasis pada rempah-rempah dan herba asli. Indonesia juga menawarkan pengalaman kebugaran berbasis alam, seperti meditasi, jalan santai, dan aktivitas kebugaran luar ruangan lainnya seperti eco-trekking, menyelam, dan bersepeda. Indonesia berada di peringkat ke-18 dalam Peringkat Negara Kebugaran Global pada tahun 2023, dengan ukuran Ekonomi Kebugaran sebesar USD 56,43 miliar, dan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 6,7% dari tahun 2019 hingga 2023*. Peringkat ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memprioritaskan sektor Industri Wisata Kesehatan sebagai salah satu motor untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan percaya bahwa Jepang dapat menjadi negara strategis untuk pengembangan industri ini di Indonesia, sekaligus sebagai potensi pasar bagi turis lansia ke Indonesia.

Malang Raya dan Bromo merupakan salah satu kawasan wisata paling menakjubkan dan strategis di Indonesia, khususnya untuk kesehatan berbasis alam, tempat peristirahatan kesehatan, dan kehidupan lansia. Udara pegunungan yang sejuk (18– 24°C sepanjang tahun), hutan yang rimbun, dan perbukitan yang indah menjadikan Batu dan Malang sebagai surga kesehatan alami. Maka dari itu, Malang Health Tourism Board mengkonsolidasi pelaku industri pariwisata dari Batu, Jatim Park Group, dengan para Rumah Sakit dan Klinik di Malang Raya, Jawa Timur bahkan Internasional, untuk berkolaborasi menciptakan sebuah kawasan terintegrasi resort dengan pelayanan medis, kebugaran, olahraga, dan program lansia yang bernama Mariposa.

Proyek ini berpotensi untuk menjadi sebuah Kawasan Ekonomi Khusus karena memiliki potensi untuk menciptakan ekonomi baru bagi Malang Raya, terutama bila dapat mengundang berbagai klinik dari luar negeri yang akan bergabung  di resort tersebut.

Malang Health Tourism Board berperan penuh untuk mewujudkan konsolidasi kerjasama antar stakeholders, realisasi investasi dan pengembangan resort tersebut.

“Keberadaan proyek ini diestimasikan akan dapat menciptakan tambahan Rp 200 miliar per tahun bagi Malang Raya dari wisatawan mancanegara, wisatawan kebugaran, wisatawan corporate wellness, dan turis domestik lainnya”, ujar Ardantya Syahreza, Ketua Malang Health Tourism Board.


Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, mengapresiasi konsep dari Mariposa yang berpotensi untuk dapat diwujudkan dan mengundang para calon investor dalam dan luar negeri untuk bergabung pada proyek Mariposa, Konsep Kawasan Terintegrasi Wisata Medik, Kebugaran dan Senior Living di kawasan Jawa Timur Park, Batu, Malang, Jawa Timur, Indonesia.

Rabu, 09 Agustus 2023

Malang Resmi Jadi Kawasan Health Tourism


TIMESINDONESIA, MALANG – Walikota Malang Sutiaji menerbitkan Surat Keputusan (SK) Walikota Malang tentang Malang Health Tourism (MHT) pada 26 Juni 2023. Tim Wisata Kesehatan Malang yang dilantik Menteri Sandiaga Uno pada 16 April 2023 itu akan bekerja untuk periode 2023-2028 dengan ketua Ardantya Syahreza SE.

Dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Ardantya Syahreza menyampaikan, sesungguhnya Malang Health Tourism ini merupakan bagian dari program nasional Indonesia Health Tourism yang dibentuk oleh pemerintah pusat.

"Program ini dibuat untuk mengembangkan daerah-daerah dengan potensi gabungan Wisata Medis dan Wisata Wellness seperti olahraga dan pemandangan alam," ucap Dacil, sapaan akrab Ardantya Syahreza.

"Program ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas strategis nasional," sambungnya.

Untuk diketahui, pada 16 April 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meresmikan Malang menjadi kawasan health tourism keempat di Indonesia. Malang pun mengikuti jejak Sumatera Utara dengan Medan Medical Tourism Board, Bali dengan Bali Medical Tourism Association, dan Sulawesi Utara dengan North Sulawesi Health Tourism.

Khusus Malang Health Tourism, program ini menawarkan layanan Wisata Medis (Medical Tourism), dan Wellness Tourism. "Malang memiliki kombinasi dari ketersediaan dokter sub-spesialis di berbagai bidang yang berada di beberapa rumah sakit dengan berbagai kelengkapan alat medis untuk diagnosis maupun intervensi," jelas Dacil. 

Hal ini dipadu dengan berbagai pilihan destinasi pariwisata seperti Wisata Gunung Bromo, Wisata Hutan Coban Rondo, Wisata Kuliner Kota Malang, dan Wisata Buatan Jatim Park di Batu. Resorts dan akomodasi yang nyaman dengan pemandangan dan desain yang menarik juga tersedia untuk penyembuhan.

https://timesindonesia.co.id/wisata/463690/malang-health-tourism-lahir-berwisata-di-malang-raya-kian-bermakna

Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Layanan Kesehatan melalui Tim Wisata Kesehatan Malang


*Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Kesehatan*

Malang Posco Media, Malang-Tim Wisata Kesehatan Malang bertekad terus memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pelayanan kesehatan dan pariwisata di Malang. Selain itu, juga membuka tambahan lapangan kerja, menambah kesejahteraan masyarakat dan menambah keahlian baru dalam melayani market turis dari manca negara.

Demikian ditegaskan Ketua Tim Wisata Kesehatan Malang, Ardantya Syahreza, SE kepada Malang Posco Media, Rabu (9/8). Ditambahkan, Malang telah diresmikan menjadi kawasan health tourism keempat di Indonesia oleh Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, pada 16 April 2023. Sedangkan tiga daerah sebelumnya adalah Sumatra Utara, Bali dan Sulawesi Utara.

‘’Malang Health Tourism menawarkan layanan Wisata Medis (Medical Tourism) dan Wellness Tourism. Hal ini sangat tepat sebab Malang memiliki kombinasi dari tersedianya para dokter sub spesialis di berbagai bidang yang berada di beberapa rumah sakit dengan berbagai kelengkapan alat medis untuk diagnostik maupun intervensi,’’ paparnya.

Ardantya Syahreza menuturkan, berbagai keunggulan tersebut juga dipadu dengan berbagai pilihan destinasi pariwisata seperti Wisata Gunung Bromo, Wisata Hutan Coban Rondo, Wisata Kuliner, Wisata Buatan di Batu dan sebagainya. Terlebih juga tersedia cukup banyak pilihan restort dan akomodasi yang sangat nyaman dan disain yang menarik untuk healing.

Karena itu, Tim Wisata Kesehatan Malang yang dibentuk dengan SK Wali Kota Malang Nomor 188.45/213/35.73.112/2023 tanggal 26 Juni 2023 mempunyai beberapa program untuk mencapai masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani. Karena awareness kesehatan yang lebih baik, deteksi kesehatan lebih awal dan rutin, maintenance physical dan wellness dalam gaya hidup serta pelayanan medis ahli dan terukur.

‘’Kami menyediakan pelayanan medis terintegrasi dengan harga yang lebih terjangkau dengan tenaga ahli medis subspesialis serta fasilitas medis yang terstandarisasi. Serta, menyediakan pelayanan wellness dengan kekayaan pariwisata alam dan buatan,bersama dengan instruktur wellness yang ahli,’’ pungkas Dacil, sapaan akrabnya.

 https://malangposcomedia.id/pacu-pertumbuhan-ekonomi-dan-pelayanan-kesehatan/